Kamis, 05 Juli 2012

Kesungguhan

Semester I
"Sebenarnya kunci kesuksesan, bisa kita gapai dengan kesungguhan dalam belajar, mau ?"

Semester II
"Mencapai keberhasilan kebanyakan dengan jalan yang berduri dan berliku. Mungkin jarang atau mungkin mustahil manusia bisa meraih kesuksesan dengan ongkang-ongkang kaki atau hanya dengan berhayal."

buat nanda Fahriza Adira Ahmad
Kelas IV a

By: Abdussamad, S.Ag (Asa Madoera)
Wali Kelas IV tahun pelajaran 2011-2012

Sabtu, 30 Juni 2012

Kesuksesan milik siapa ? bag.2

Buat nanda Khalid F
Kls IV
Semester 2

"Rahasia kesuksesan seseorang adalah sejauh mana seseorang itu mengelola waktu seoptimal mungkin dengan bersungguh-sungguh. Hingga akhirnya seseorang betul2 menikmati prestasi yang diinginkan (diidam-idakan) dengan kesungguhan tersebut."

By: Abdussamad, S.Ag (Asa Madoera)
Guru SDIT Al-Irsyad Pamekasan

Mozaik Kehidupan

Buat nanda Fahmi Yazid
Kelas IV a
Semester 1

"Ketika masih belia, mozaik kehidupan masih wajar-wajar saja dan kehidupan menjadi luar biasa manakala hidup sudah setengah tua, berilmulah !"

By: Abdussamad S.Ag
Guru SDIT Al-Irsyad Pamekasan

Persaingan Positif

Buat nanda Fahmi Yazid
Kelas IVa
Semester 1

"Kita dihalalkan (boleh)  bersaing dalam hidup ini untuk mencapai cita-cita !
tingkatkan belajar !"

By : Abdussamad, S.Ag (Asa Madoera)
Guru SDIT Al-Irsyad Pamekasan

Jumat, 29 Juni 2012

Separuh Diri

orang pasar adalah kumpulan orang
yang ingin dagangan laku
banyak pembeli
dalam sekejap ludes
tapi namanya pedagang ia tidak mau rugi
ia patok harga tinggi
walau kadang buahnya busuk
ia tutupi dengan buah segar
kelihatannya memang segar

pembeli tidak mau kalah
ia menawar dengan harga terendah
tapi kwalitas tinggi

jadi
mari kita jangan menipu diri
biar hidup berarti



Kiat sukses 2

Buat ananda Akbar Izdihar
Kls IVa

"Orang cerdas akan semakin cerdas bila seseorang yang memiliki kecerdasan memahami betul bahwa kecerdasan akan hilang bila kita setengah-setengah merawatnya. Maka dari itu jangan setengah-setengah atau ingin hasil yang setengah ?"

semester 2

By: Abdussamad, S.Ag (Asa Madoera)
Guru SDIT Al-Irsyad Pamekasan

Kiat sukses

Buat nanda Akbar Izdhihar
Kelas IVa

"Keberuntungan !
Kesuksesan !
Kepandaian !
pasti bisa kita raih dengan semakin giat belajar"

Semester I

By : Abdussamad, S.Ag (Asa Madoera)
guru SDIT Al-Irsyad Pamekasan

Mengais Prestasi 2

Buat nanda Moh. Khairul A
Kls IVa

"Figur yang harus dicontoh adalah tokoh panutan yang bisa memberikan inspirasi meledaknya kemampuan kita yang terpendam maka ledakkanlah dengan sungguh-sungguh !"

Semester II

By: Abdussamad, S.Ag (Asa Madura)
Guru SDIT Al-Irsyad Pamekasan

Mengais Prestasi

Buat nanda Moh. Khairul Ahsan
Kelas IVa

"Kalau kita biarkan mutiara itu hilang, pasti kita menangisinya, dengan belajar mutiara bisa kita gapai"

Semester I

By: Abdussamad, S.Ag
Guru SDIT Al-Irsyad Pamekasan

Kamis, 28 Juni 2012

Media Spirit 2

For Mohammad Rizky Yulian

" Konon ! Einstin sebelum meledakkan dunia dengan teori fisikanya adalah harus rela mendapat sebutan ediot dari gurunya, namun apa yang terjadi ketika dia  bermetaformosis dengan kesungguhan , masyaAllah dunia ada dalam genggamannya dengan teorinya !
kamu, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, yang terpenting beranjaklah dan berlari, ok !"

Semester 2

By: Abdussamad, S.Ag
Guru SDIT Al-Irsyad Pamekasan

Media Spirit

Buat nanda Mohammad Rizky Yulian

"Kita pasti akan selalu gembira bila suatu saat meraih prestasi yang diidam-idamkan, bagaimana caranya ? you more know than me, do please !"

Semester I

By : Abdussamad, S.Ag
Guru SDIT Al-Irsyad Pamekasan

Selasa, 26 Juni 2012

Motivasi 2

Buat nanda Randy S.A

"Warisan yang berharga sebenarnya bukanlah harta benda, tahta, bahkan wanita, sebaliknya warisan yang betul-betul berharga adalah merawat ilmu supaya kita tidak ditinggalkannya. Dan ilmu mengangkat derajat manusia kepada ketinggian semesta ; harta benda, tahta, dan wanita."

Semester II

by : Abdussamad, S.Ag
Guru SDIT Al-Irsyad Pamekasan

Motivasi 1

Buat nanda Randy S.A

"Ketika kita membiarkan prestasi itu berlalu, maka kita semua pasti kecewa !
belajarlah !".

Semester I


by : Abdussamad, S.Ag
Guru SDIT Al-Irsyad Pamekasan

Mutiara Kata 2

Buat : Moh. Abdillah Sy


"Percaya atau tidak !
manusia seringkali membiarkan mutiara yang ada pada diri kita ditukar dengan kebahagiaan semu. karena manusia belum sadar makna dan nilainya yang begitu mengagumkan".
Semester II


by : Abdussamad, S.Ag
Guru SDIT Al-Irsyad Pamekasan

Mutiara Kata 1

Buat : Moh. Abdillah Sy

"Merubah kebiasaan yang positif adalah membuang cuma-cuma kesempatan meraih kesuksesan, belajarlah !"
Semester I

By: Abdussamad, S.Ag
Guru SDIT Al-Irsyad Pamekasan


Untaian Mutiara 2

Buat nanda Moh. Maliki Rafli

"Kedepan keahlian adalah primadona bagi pemiliknya. Kamu tinggal memilih keahlian  mana yang menjadi favoritmu. Memilih keahlian yang mana adalah persoalan yang sangat mudah namun mewujudkannya adalah bukan persoalan yang sangat mudah pula. Salah satu syaratnya kamu harus menabrak kemalasan. Harus dicoba !"

By: Abdussamad, S.Ag
Guru SDIT Al-Irsyad Pamekasan

Untaian Mutiara 1

Buat Muhammad Maliki Rafli
Kelas IVa

"Setiap manusia memiliki keahlian dan kelebihan.
namun kita sering menelantarkannya, apa kata dunia ?
jangan ah !"


By: Abdussamad, S.Ag
Guru di SDIT Al-Irsyad Pamekasan

Rabu, 23 Mei 2012

disebelah jasadmu

disebelah jasadmu  bunga yang jadi kesenanganmu
menempel menyeruakkan aroma
seperti tidak ada kematian

Rabu, 16 Mei 2012

bukan sidang biasa

begitu lama keringat-keringat menjadi gelombang
dari mengarungi laut yang menyisir buih dengan tangan dan kaki para petualang
di perjalanan kususuri ruas jalan berkelok
langkahku dihitung sendiri satu persatu
kadang kau pinjamkan tongkat kala pekat
menyibak malamnya mencari pagi
sambil kutautkan mataku dan hatiku juga
untuk sebuah pertemuan para petualang
entah pertanyaan apa yang Kau tanyakan dalam pertemuan nanti
orang-orang semua ketakutan
menunggu panggilan

sekarang
mari kita persiapkan

anak negeri

anak-anak negeri gemah ripah loh jinawi
mengusung beranda di jalan ibukota
mengubur imajinasi yang disemai sendiri
anak-anak negeri mengibarkan bendera kepahlawanan
ingin mematri semangat yang diwarisi
namun itu hanya cerita nenek moyang
bahwa negeri ini bisa menghidupi yang mau mati
barangkali
nasib memang begini 

Selasa, 15 Mei 2012

selamat anda lulus

masih tersisa rautmu lusuh
tanpa kau ceritakan petaka
karena memang bukan murka

wajahmu masih berkeringat
walau kau berulang kali mengusapnya

tapi esok kau pasti mamanennya
setiap tanaman yang disiram dengan air keringatmu


kau terima ucapan selamat
dari tetesan air mata

pagi di rumah sendiri

belum beranjak polusi dilorong kotaku
kala matahari belum sepenggalan menawarkan dhuha pada orang yang berlalu lalang
ranting-ranting pepohonan yang melambai masih menghijau
tunasnya menancap pada pori-pori nafas orang yang mencari pagi

ditrotoar jalanan masih sepi ketika embun masih menempel pada wajahku yang jalang
angin dan desirnya segera melepas pagi
kala panas dirumahku mulai meninggi
rumahku mulai berpolusi

syafaat

belum ada kepastian kabarmu
yang lama merantau
hanya yang pasti kita sama-sama merindu
bukan karena kita saling berjauhan
kalau hanya kangen kita bisa titipkan  surat-suratku yang biasa kutulis
dengan memanggilmu salam
bagaimana kabar !
belum juga ada kepastian
padahal kita betul-betul lapar
bekal yang kita bawa  dulu
keburu basi
tak sempat kita makan bersama
kesibukan kita masing-masing membuat kita salah kaprah
sesuap bekal yang telah dipersiapkan
kita biarkan terkapar

sekarang nasib kita betul-betul sial

sambil mengharap syafaat
mari segera berkemas


Senin, 14 Mei 2012

Bapak Kyai

Assalamualikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Pak Kyai!
belum cukup waktuku memandangmu !
keburu kau berlalu
tapi tidak apa-apa pak Kyai
wajahmu masih bisa kusapa
di sejadahku yang kau hibahkan itu

Wassalamualaikum Wr. Wb

Minggu, 13 Mei 2012

tasbih seBELUM SENJA

setiap selesai pekerjaanmu, menunduklah !
mengingat bagaimana kau bisa bersimpuh
dari merangkak sampai tertatih-tatih
kemudian bertasbih

Tahajjud Cinta


karena malam-malam
kau bersedia menemui gemerlapnya bintang
sambil menyibak dingin dengan senyuman
harapan dari istighfar yang dibawa angin
melewati  seutas tali yang terlilit pada sekujur badan

walau di wajahmu masih tersisa beribu-ribu kantuk
tapi kau gantung kelelahan
bersama ribuan mayat yang belum sekarat
kau sendiri menyelinap menemui Tuhan


Rabu, 09 Mei 2012

menimang

menimang diri dari detik ke menit
dari menit ke jam
dari jam ke hari
dari hari ke minggu
dari minggu ke bulan
dari bulan ke tahun
dari tahun ke abad
ternyata belum kuat
aku mencengkram
rontok berguguran
bawaan berserakan
ku tak sempat memesan salam
yang terselip dalam lisan
keburu ketemu nisan

Jumat, 04 Mei 2012

Guru BK Bicara




Suatu hari teman istri saya bercerita tentang  implementasi seputar ke BK-an di lembaganya, kebetulan keduanya sama-sama guru BK di lembaganya masing-masing. Keduanya klop membicarakan hal tersebut, sharing tentang Bimbingan dan Konseling. Bertukar informasi dan penemuan terkini tentang ke BK-an mutlak diperlukan bagi guru BK dan berusaha meng-updatenya. Seiring dengan berkembang pesatnya manefestasi ke-Ilmuan dalam segala bidang terutama bidang sains dan teknologi.
Guru BK harus bisa mengakselerasi diri dan up to date tentang management BK dalam berbagai kesempatan, berbagai cara bisa dilakukan dalam membenahi kekurangan pelayanan dan meningkatkan bimbingan serta pelayanan secara simultan dan beriringan. Tidak cukup hanya merekap daftar  absensi kehadiran siswa setiap hari atau memanggil siswa yang bermasalah dengan guru mata pelajarannya. sangatlah banyak tanggung jawab lain seorang guru BK, terutama dalam bimbingan dan konseling untuk menumbuh kembangkan minat dan keahlian siswa. Kalau usaha dan upaya tersebut tidak dimaksimalkan sedini mungkin bukan tidak mungkin pula guru BK akan ketinggalan kesempatan memberikan yang terbaik kepada siswa-siswinya. Lebih parah lagi murid menelikung gurunya ditikungan karena ketidaksigapan guru dalam membimbing dan memberikan pelayanan. Siswa bisa berbuat apa saja yang diinginkannya tanpa memikirkan akibat dari perbuatannya. Ingat siswa-siswa tersebut ada masanya memasuki dunia diluar kemampuan berprikir dan prilaku disebabkan emosi yang tidak terkontrol.  kesempatan itu tidak akan terulang kembali ! rasa-rasanya begitu naif ketika guru BK kurang care terhadap perkembangan emosi anak didiknya.
Membicarakan Ke BK-an, sejatinya guru BK hanya menangani Bimbingan dan Konseling di kantor BK di sekolah masing-masing atau bila ada komitmen bersama di luar jam sekolah sesuai kesepakatan, tetapi ceritanya lain ketika persoalan yang berkembang  bergeser pada problem solving yang pol (mentok) hampir pada titik nadir. Orang tua sering kesulitan bahkan mati kutu ketika dihadapkan pada persoalam pelik dan rumit yang dihadapi putra-putrinya, tidak sedikit pula orang tua  yang stres bahkan sering memberikan solusi yang tidak edukatif terhadap persoalan putra-putrinya. Tidak ada orang tua yang menginginkan putra-putrinya mengalami endemik dalam perpektif kekinian yaitu kegalauan. Makna penyakit ini meramaikan hiruk pikuk penyakit kegalauan dalam kontek yang lebih luas, parahnya lagi dengan penyakit ini moralitas akan semakin porak poranda di gilas akibat emosi yang rapuh tidak bersandar pada perspektif keimanan dan keihsanan yang sejatinya sudah diajarkan dibangku-bangku sekolah dasar bahkan dari buaian orang tuanya.

Pandai-pandailah Memasang Mata
Bagi guru BK bersikap positif pada siswa dan orang lain bukan saja bisa melestarikan kehidupan ini dengan nilai-nilai yang syar’i sesuai anjuran Rasulullah. Begitu indah nilai-nilai positif thingking bila menjadi sendi utama  dalam pola pikir setiap manusia. Kita semua bisa beriringan memadu kesepahaman menuju masa depan yang cemerlang bagi setiap siswa pun juga orang lain, bahkan lebih jauh lagi, menurut konsepsi dunia medis modern berpikir positif akan menghindari stres, menormalkan aliran darah, serta menghindari pelakunya dari penyakit jantung. MasyaAllah !
Tetapi dan tentu boleh saja kita kita berargumen bahwa berbekal positif thinking pada siswa adalah keharusan mutlak untuk memupuk harga diri siswa menemukan gairah dan ghirah  dalam mengejar cita-cita

Rabu, 02 Mei 2012

lukisan

menjelang kau ajari aku mewarnai
kau suruh aku kanvaskan lukisan alam

lukisan
biru langit
biru lautan
hijau dedaunan
hijau pegunungan
putih matahari
putih bintang gemintang
desir angin dipinggir pantai
desir dari rerimbunan pepohonan

dengan tinta merah warna favoritmu
padahal aku baru tahu
makna yang dalam dari warna lukisan itu





Selasa, 01 Mei 2012

yang tercabik

membuka kotak-kotak lusuh yang terpendam
adalah isyarat mengelupas pepohonan yang tercabik
menancap  panah dari busur bilik rumahmu
menumpuk semak belukar dilangit langit rongga mulutmu

setiap hari hilir mudik
bau-bau darah digantung diberanda
jadi tontonan para bidadari
memaksaku menoleh dan memotretmu
aduhai..............
lalu aku terkapar




Minggu, 29 April 2012

ibuku bertani

kutelusuri air yang menyerap tanah di petamu
pada gundukan debu yang belum kau cangkuli
namun
tak ada lagi hujan
tak ada lagi tetesan embun pada deretan tanaman dan tumbuh-tumbuhan yang kau panggul sendiri
walaupun kau memetiknya dengan plakat panen raya
dan orang-orang besar
girang bukan kepalang



annanie

begitu banyaknya saudara-saudara kita hidup layak di sekitar rumah kita. hidupnya begitu menyenangkan, jauh dari kesusahan. himpitan dan problem hidup orang lain yang sehari-hari bak nyanyian yang menyayat hidupnya tidak ada dalam kamus hidupnya.

Rabu, 25 April 2012

katamu aku bodoh

katamu saya bodoh
padahal kubisa baca koran dan majalah
katamu aku telme
padahal nilai ipaku tujuh koma lima
lumayan kan
katamu aku ketinggalan
padahal gayaku modis amet
katamu aku lamban
padahal aku yang pertama kali memecahkan angka-angka sulit yang tidak teruraikan
katamu aku blo'on
padahal kukenal semua nama-nama dpr yag terseret foto syur
katamu aku belum tamat esdi
kalau yang ini saya mengakui, tapi bukan itu masalahnya
nilai ppkn dan akhlaku di bawah lima



Orang menyebutku maling

sehari-hari aku diselimuti bayang-bayang yang menyelinap dicelah kursi-kursi besar , konon kata orang kursi empuk itu bukan untuk diduduki orang kampungan, padahal jelas di arsip pengeluaran diseketariat keuangan barang-barang itu milik rakyat, milik teman-temanku yang setiap pagi mandi dan beratap  matahari, teriknya menemaninya sambil mengusap keringat menunggu asupan gisi makan pagi.  ya itulah wajah sebagian teman-teman untuk sekedar mencari makan. masih banyak cerita tentang nasib teman-temanku !  bahkan lebih tragis lagi !
kursi empuk itu
sepertinya tidak ada penghuninya, debu-debu menempel menebarkan bau apek
temanku menimpali; bukan tidak ada penghuninya coba tanya lagi........
huuyyy bagaimanaaaaaaaa ?
katanya
pemilik kursi itu tidur pulas
mencium keningnya
entah mimpi apa ?
moga saja kami-kami yang datang 

Senin, 23 April 2012

jangan panggil aku penyair

kalau kau panggil D. Zawawi Imron sastrawan
karena celuritnya memintal qalam
kemudian menangkap ratusan kata
menjadi buih yang melaut pada bait-bait kehidupan
auranya menusuk kelam
muncrat di tanah katulistiwa
bahkan diseluruh benua melayarkan selaksa samudra syi'iran
tapi
buat aku
jangan kau coba memanggilku bulan
karena bulan adalah panggilan penyair
yang ada diatas dahan

di ujung iftitah


 
kala kuselami dirisendiri
di pesisir kedalaman

kudapati pasir yang berserak
diantara bunga karang yang terdampar 

begitu tanah ini kukeruk untuk tempat berteduh
ada beliung yang melingkar pada seutas doa

berurai-urai kuntum doa
yang menjuntai dikulum sendiri oleh gelombang
berhamburan menyapa karang
berserakan dibantalan ombak yang semakin dalam

Minggu, 22 April 2012

menyebutmu sayang


di patemon
lalu lalang angin diberanda pohon bambu
menerpa wajah yang terbawa arus sungai patemon
hantaran gemericik air berdebar memutus tali temali
yang terjerat sampan yang sedang bersandar
airnya membasahi denyut nadi yang kau hentakkan dari nafasmu sendiri 
di patemon
aku betul-betul bersandar 
sambil menyebutmu sayang


Kau Memanggilku

gurah senyummu menyapu panorama
kala kau takdirkan tanah menjadi sekujur nafas
terisya' sendirian di  serambi dunia
alam yang kau tamtsilkan adalah tempat beribu-ribu keabadian baru
kemudian kau panjat kembali
tebing-tebing curam kala muhibah sedang berlayar
berdecak
sambil kau memanggilku kembali
ternyata aku belum siap kembali
oh..sirami air keruh yang kuusap
disepanjang trotoar perjalanan ini
dengan maghfiroh-Mu

Rabu, 11 April 2012

menata laut

kusibak tirai pada patahan karang yang menggelombang
menderu puluhan pulau dalam samudera
kadang aku terlempar dari tampar sampan
yang membawa ikan 
untuk sanak-sanakku yang berebutan angin
sambil menatap wajahku pilu
dipinggir pantai tempatku membagi
antara siang dan malam

Kalau saja saya tidak mengenal-Mu !


Kalau saja saya tidak mengenal-Mu !

Pagi itu mentari tersenyum begitu ku sapa
Melintas pada jagat semesta
Sinarnya mengalirkan darah dan keringat disekujur nafasmu
Hangat sekali mendekapku
Aku semakin mendekap
Kau ternyata memang dekat

Dan
Ketika waktu masih diteras rimbun dedaunan yang masih menghijau
Bunganya merekah menuruk gemerlap kelap
Terasa dinginya menggigilkan seluruh roh-roh
Di persimpangan muara tanpa aura

Aku melihatnu sesekali tersipu
Merajut pesan yang kau lantunkan di altar-altar doa
Membawa temaram merah katulistiwa di uufuk maghrib
Menenggelamkan matahari sambil menyapa malam
Tetapi malam bukan jalan yang kau singgahi
Untuk tempat peristerahatan
Tapi numpang lewat
Sambil kutiupkan peluit masa depan
Kala matahari mulai menyapa kembali

Andai kau tak lagi disini
Semoga aku tetap bisa menyapamu
Andai kau tidak lagi disini
Buatkan aku dermaga untuk mengarungi rimbun samudra
(entah itu samudra laut baranta sebagai labuh perjuangan baru itu)
Andai kau tidak lagi disini
Engkau pasti tahu bahwa aku lagi butuh tangga
Tuk menemuimu
Di teras keagungan
Andai kau tidak lagi disini
Panasmu mengeringkan jiwa
Kala segala mufakat untuk sekarat
Andai kau tidak lagi disini
Smoga kematian bukan penggantimu
Naudhubillahi min dzalik

Selasa, 10 April 2012

Silsilah Laut

orang-orang pinggiran melaut
melintasi ombak menerjang badai
mendayung angin dibawah teriakan panas
peluh dari sekujur tubuhnya meronta-ronta
membasahi pori-porinya sambil menengadah
oooohhhh
itulah kabut dan kelam
pertanda akan hujan
padahal orang pinggiran masih ditepi pantai

Senin, 09 April 2012

Karya Ilmiyah


EMPATI ATAU ANTIPATI
“Sebuah tinjauan fenomenologis dan problematis dalam kependidikan”

Akhir-akhir ini dan bahkan (mungkin) ke depan orang tua akan berlomba-lomba untuk menyekolahkan putra-putrinya ke lembaga-lembaga pendidikan yang menawarkan nuansa keberagamaan (taruhlah Al-Irsyad) sebagai basic bagi si “Shaleh atau Shalehah” sebutan cinta bagi si mungil putra-putrinya untuk bekal menatap dan menapaki zaman yang seringkali tidak lagi bersahabat  dengan kita. Walaupun dengan mengeluarkan kocek dalam-dalam yang boleh dikatakan tidak kebilang   sedikit untuk ukuran pendidikan pada ghalibnya. Bahkan di saat pemerintah gencar-gencarnya menggalakkan pendidikan gratis, sekalipun.
Kekhawatiran orang tua akan masa depan putra-putrinya merupakan kajian dan fakta otentik yang dijadikan referensi bagi para orang tua untuk mengawal dengan sungguh-sungguh upaya membentengi perjalanan hidupnya dengan pendidikan berbasis keagamaan. Pendidikan yang betul-betul bisa menurunkan tensi kekhawatiran akan fenomena dan problematika di saat dunia mulai tenggelam di dasar kejahiliyahan abad ini. Kita seringkali digiring ke sebuah pertunjukan bawah sadar yang mengatasnamakan mode, style, gaul, modernitas, kecanggihan teknologi dll. Disiinilah keteledoran sering terjadi berbanding terbalik dengan niat awal para orang tua yang betul-betul suci. Kecerobohan tidak pernah terasa, atas nama sebuah kasih sayang orang tua pada putra-putrinya, walaupun kasih sayangnya adalah kasih sayang semu yang terkadang bahkan seringkali meracuni orang tua dalam mengedukasi putra-putrinya dengan mengatasnamakan peduli atau kasihan. Sekali lagi atas nama kasihan atau katanya biar sama dengan tetangga kanan kiri. Persoalannya akan semakin rumit ketika propaganda sistematis orang-orang yahudi inheren (melekat) pada atas nama mode, style, gaul, modernitas, kecanggihan teknologi tersebut. Bertambah komplek.  
Mode atau gaya selalu tampil dinamis seiring perkembangan kiblat mode dunia. Perubahannya bagaikan kecepatan kedipan mata kala sang pemuja menyatakan hasrat cintanya. Kita selalu ditawarkan dengan inovasi tiada henti. Hari ini mode paris, besok london, lusa brazil begitulah mode akan selalu berputar sesuai dengan sutradara dari balik layarnya. Parade dari para ahli mode dunia memusingkan kepala kita dalam memilih sesuai selera pemujanya. Lantas adakah untuk kita ? para orang tua yang merindukan putra-putrinya menjadi anak shaleh shalehah dengan tidak terpaksa.  Sebuah mode senergitas dengan pemahaman putra-putri kita yang sejak kecil dikenalkan pada proses pendidikan keagamaan . Tergantung orang tua ! Kenapa kalimat ini penulis jadikan jawabannya, tentu saja logis jawaban penulis seperti itu karena  jama’nya  orang tua terkadang lupa pada niat awal bahwa akan mengawal putra putrinya dengan konsepsi keberagamaan tetapi karena atas nama perkembangan modernitas logika keberagamaan para orang tua kalah oleh propaganda yang sangat memukau.

Pamekasan, 13 September 2011
Oleh :   ASA_M.Ad
            Ghuru ngabdhi e SDIT Al-Irsyad Pamekasan