disebelah jasadmu bunga yang jadi kesenanganmu
menempel menyeruakkan aroma
seperti tidak ada kematian
Rabu, 23 Mei 2012
Rabu, 16 Mei 2012
bukan sidang biasa
begitu lama keringat-keringat menjadi gelombang
dari mengarungi laut yang menyisir buih dengan tangan dan kaki para petualang
di perjalanan kususuri ruas jalan berkelok
langkahku dihitung sendiri satu persatu
kadang kau pinjamkan tongkat kala pekat
menyibak malamnya mencari pagi
sambil kutautkan mataku dan hatiku juga
untuk sebuah pertemuan para petualang
entah pertanyaan apa yang Kau tanyakan dalam pertemuan nanti
orang-orang semua ketakutan
menunggu panggilan
sekarang
mari kita persiapkan
dari mengarungi laut yang menyisir buih dengan tangan dan kaki para petualang
di perjalanan kususuri ruas jalan berkelok
langkahku dihitung sendiri satu persatu
kadang kau pinjamkan tongkat kala pekat
menyibak malamnya mencari pagi
sambil kutautkan mataku dan hatiku juga
untuk sebuah pertemuan para petualang
entah pertanyaan apa yang Kau tanyakan dalam pertemuan nanti
orang-orang semua ketakutan
menunggu panggilan
sekarang
mari kita persiapkan
anak negeri
anak-anak negeri gemah ripah loh jinawi
mengusung beranda di jalan ibukota
mengubur imajinasi yang disemai sendiri
anak-anak negeri mengibarkan bendera kepahlawanan
ingin mematri semangat yang diwarisi
namun itu hanya cerita nenek moyang
bahwa negeri ini bisa menghidupi yang mau mati
barangkali
nasib memang begini
mengusung beranda di jalan ibukota
mengubur imajinasi yang disemai sendiri
anak-anak negeri mengibarkan bendera kepahlawanan
ingin mematri semangat yang diwarisi
namun itu hanya cerita nenek moyang
bahwa negeri ini bisa menghidupi yang mau mati
barangkali
nasib memang begini
Selasa, 15 Mei 2012
selamat anda lulus
masih tersisa rautmu lusuh
tanpa kau ceritakan petaka
karena memang bukan murka
wajahmu masih berkeringat
walau kau berulang kali mengusapnya
tapi esok kau pasti mamanennya
setiap tanaman yang disiram dengan air keringatmu
kau terima ucapan selamat
dari tetesan air mata
tanpa kau ceritakan petaka
karena memang bukan murka
wajahmu masih berkeringat
walau kau berulang kali mengusapnya
tapi esok kau pasti mamanennya
setiap tanaman yang disiram dengan air keringatmu
kau terima ucapan selamat
dari tetesan air mata
pagi di rumah sendiri
belum beranjak polusi dilorong kotaku
kala matahari belum sepenggalan menawarkan dhuha pada orang yang berlalu lalang
ranting-ranting pepohonan yang melambai masih menghijau
tunasnya menancap pada pori-pori nafas orang yang mencari pagi
ditrotoar jalanan masih sepi ketika embun masih menempel pada wajahku yang jalang
angin dan desirnya segera melepas pagi
kala panas dirumahku mulai meninggi
rumahku mulai berpolusi
kala matahari belum sepenggalan menawarkan dhuha pada orang yang berlalu lalang
ranting-ranting pepohonan yang melambai masih menghijau
tunasnya menancap pada pori-pori nafas orang yang mencari pagi
ditrotoar jalanan masih sepi ketika embun masih menempel pada wajahku yang jalang
angin dan desirnya segera melepas pagi
kala panas dirumahku mulai meninggi
rumahku mulai berpolusi
syafaat
belum ada kepastian kabarmu
yang lama merantau
hanya yang pasti kita sama-sama merindu
bukan karena kita saling berjauhan
kalau hanya kangen kita bisa titipkan surat-suratku yang biasa kutulis
dengan memanggilmu salam
bagaimana kabar !
belum juga ada kepastian
padahal kita betul-betul lapar
bekal yang kita bawa dulu
keburu basi
tak sempat kita makan bersama
kesibukan kita masing-masing membuat kita salah kaprah
sesuap bekal yang telah dipersiapkan
kita biarkan terkapar
sekarang nasib kita betul-betul sial
sambil mengharap syafaat
mari segera berkemas
yang lama merantau
hanya yang pasti kita sama-sama merindu
bukan karena kita saling berjauhan
kalau hanya kangen kita bisa titipkan surat-suratku yang biasa kutulis
dengan memanggilmu salam
bagaimana kabar !
belum juga ada kepastian
padahal kita betul-betul lapar
bekal yang kita bawa dulu
keburu basi
tak sempat kita makan bersama
kesibukan kita masing-masing membuat kita salah kaprah
sesuap bekal yang telah dipersiapkan
kita biarkan terkapar
sekarang nasib kita betul-betul sial
sambil mengharap syafaat
mari segera berkemas
Senin, 14 Mei 2012
Bapak Kyai
Assalamualikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Pak Kyai!
belum cukup waktuku memandangmu !
keburu kau berlalu
tapi tidak apa-apa pak Kyai
wajahmu masih bisa kusapa
di sejadahku yang kau hibahkan itu
Wassalamualaikum Wr. Wb
Pak Kyai!
belum cukup waktuku memandangmu !
keburu kau berlalu
tapi tidak apa-apa pak Kyai
wajahmu masih bisa kusapa
di sejadahku yang kau hibahkan itu
Wassalamualaikum Wr. Wb
Minggu, 13 Mei 2012
tasbih seBELUM SENJA
setiap selesai pekerjaanmu, menunduklah !
mengingat bagaimana kau bisa bersimpuh
dari merangkak sampai tertatih-tatih
kemudian bertasbih
mengingat bagaimana kau bisa bersimpuh
dari merangkak sampai tertatih-tatih
kemudian bertasbih
Tahajjud Cinta
karena malam-malam
kau bersedia menemui gemerlapnya bintang
sambil menyibak dingin dengan senyuman
harapan dari istighfar yang dibawa angin
melewati seutas tali yang terlilit pada sekujur badan
walau di wajahmu masih tersisa beribu-ribu kantuk
tapi kau gantung kelelahan
bersama ribuan mayat yang belum sekarat
kau sendiri menyelinap menemui Tuhan
Rabu, 09 Mei 2012
menimang
menimang diri dari detik ke menit
dari menit ke jam
dari jam ke hari
dari hari ke minggu
dari minggu ke bulan
dari bulan ke tahun
dari tahun ke abad
ternyata belum kuat
aku mencengkram
rontok berguguran
bawaan berserakan
ku tak sempat memesan salam
yang terselip dalam lisan
keburu ketemu nisan
dari menit ke jam
dari jam ke hari
dari hari ke minggu
dari minggu ke bulan
dari bulan ke tahun
dari tahun ke abad
ternyata belum kuat
aku mencengkram
rontok berguguran
bawaan berserakan
ku tak sempat memesan salam
yang terselip dalam lisan
keburu ketemu nisan
Jumat, 04 Mei 2012
Guru BK Bicara
Suatu hari teman istri
saya bercerita tentang implementasi
seputar ke BK-an di lembaganya, kebetulan keduanya sama-sama guru BK di
lembaganya masing-masing. Keduanya klop membicarakan hal tersebut, sharing
tentang Bimbingan dan Konseling. Bertukar informasi dan penemuan terkini tentang
ke BK-an mutlak diperlukan bagi guru BK dan berusaha meng-updatenya. Seiring
dengan berkembang pesatnya manefestasi ke-Ilmuan dalam segala bidang terutama
bidang sains dan teknologi.
Guru BK harus bisa
mengakselerasi diri dan up to date tentang management BK dalam berbagai
kesempatan, berbagai cara bisa dilakukan dalam membenahi kekurangan pelayanan dan
meningkatkan bimbingan serta pelayanan secara simultan dan beriringan. Tidak
cukup hanya merekap daftar absensi
kehadiran siswa setiap hari atau memanggil siswa yang bermasalah dengan guru
mata pelajarannya. sangatlah banyak tanggung jawab lain seorang guru BK,
terutama dalam bimbingan dan konseling untuk menumbuh kembangkan minat dan
keahlian siswa. Kalau usaha dan upaya tersebut tidak dimaksimalkan sedini
mungkin bukan tidak mungkin pula guru BK akan ketinggalan kesempatan memberikan
yang terbaik kepada siswa-siswinya. Lebih parah lagi murid menelikung gurunya
ditikungan karena ketidaksigapan guru dalam membimbing dan memberikan pelayanan.
Siswa bisa berbuat apa saja yang diinginkannya tanpa memikirkan akibat dari
perbuatannya. Ingat siswa-siswa tersebut ada masanya memasuki dunia diluar
kemampuan berprikir dan prilaku disebabkan emosi yang tidak terkontrol. kesempatan itu tidak akan terulang kembali !
rasa-rasanya begitu naif ketika guru BK kurang care terhadap perkembangan emosi
anak didiknya.
Membicarakan Ke BK-an,
sejatinya guru BK hanya menangani Bimbingan dan Konseling di kantor BK di
sekolah masing-masing atau bila ada komitmen bersama di luar jam sekolah sesuai
kesepakatan, tetapi ceritanya lain ketika persoalan yang berkembang bergeser pada problem solving yang pol
(mentok) hampir pada titik nadir. Orang tua sering kesulitan bahkan mati kutu
ketika dihadapkan pada persoalam pelik dan rumit yang dihadapi putra-putrinya,
tidak sedikit pula orang tua yang stres
bahkan sering memberikan solusi yang tidak edukatif terhadap persoalan
putra-putrinya. Tidak ada orang tua yang menginginkan putra-putrinya mengalami
endemik dalam perpektif kekinian yaitu kegalauan. Makna penyakit ini meramaikan
hiruk pikuk penyakit kegalauan dalam kontek yang lebih luas, parahnya lagi
dengan penyakit ini moralitas akan semakin porak poranda di gilas akibat emosi
yang rapuh tidak bersandar pada perspektif keimanan dan keihsanan yang
sejatinya sudah diajarkan dibangku-bangku sekolah dasar bahkan dari buaian
orang tuanya.
Pandai-pandailah
Memasang Mata
Bagi guru BK bersikap
positif pada siswa dan orang lain bukan saja bisa melestarikan kehidupan ini
dengan nilai-nilai yang syar’i sesuai anjuran Rasulullah. Begitu indah
nilai-nilai positif thingking bila menjadi sendi utama dalam pola pikir setiap manusia. Kita semua
bisa beriringan memadu kesepahaman menuju masa depan yang cemerlang bagi setiap
siswa pun juga orang lain, bahkan lebih jauh lagi, menurut konsepsi dunia medis
modern berpikir positif akan menghindari stres, menormalkan aliran darah, serta
menghindari pelakunya dari penyakit jantung. MasyaAllah !
Tetapi dan tentu boleh
saja kita kita berargumen bahwa berbekal positif thinking pada siswa adalah
keharusan mutlak untuk memupuk harga diri siswa menemukan gairah dan
ghirah dalam mengejar cita-cita
Rabu, 02 Mei 2012
lukisan
menjelang kau ajari aku mewarnai
kau suruh aku kanvaskan lukisan alam
lukisan
biru langit
biru lautan
hijau dedaunan
hijau pegunungan
putih matahari
putih bintang gemintang
desir angin dipinggir pantai
desir dari rerimbunan pepohonan
dengan tinta merah warna favoritmu
padahal aku baru tahu
makna yang dalam dari warna lukisan itu
kau suruh aku kanvaskan lukisan alam
lukisan
biru langit
biru lautan
hijau dedaunan
hijau pegunungan
putih matahari
putih bintang gemintang
desir angin dipinggir pantai
desir dari rerimbunan pepohonan
dengan tinta merah warna favoritmu
padahal aku baru tahu
makna yang dalam dari warna lukisan itu
Selasa, 01 Mei 2012
yang tercabik
membuka kotak-kotak lusuh yang terpendam
adalah isyarat mengelupas pepohonan yang tercabik
menancap panah dari busur bilik rumahmu
menumpuk semak belukar dilangit langit rongga mulutmu
setiap hari hilir mudik
bau-bau darah digantung diberanda
jadi tontonan para bidadari
memaksaku menoleh dan memotretmu
aduhai..............
lalu aku terkapar
adalah isyarat mengelupas pepohonan yang tercabik
menancap panah dari busur bilik rumahmu
menumpuk semak belukar dilangit langit rongga mulutmu
setiap hari hilir mudik
bau-bau darah digantung diberanda
jadi tontonan para bidadari
memaksaku menoleh dan memotretmu
aduhai..............
lalu aku terkapar
Langganan:
Postingan (Atom)