Jumat, 30 Maret 2012

KETIKA PERPISAHAN HARUS BERSUA (Semoga bisa khusnul khatimah !)


KETIKA PERPISAHAN HARUS BERSUA
(Semoga bisa khusnul khatimah !)

                Teringat ketika pertama kali menginjakkan kaki di tempat ini diawali dengan perasaan gundah gulana bahkan deraian air mata tak terasa membasahi bulir-bulir kenikmatan kala sang pemangku jabatan membacakan surat keputusan bahwa Abdussamad, S.Ag (ASA) ditakdirkan oleh Allah SWT sebagai hamba yang tercatat menjadi guru di sebuah desa nan jauh di sana, sebuah desa nan asri dengan aroma paginya yang alami, debur ombaknya yang syahdu, gunung gemunung yang hijau kebiruan semakin menghijau nan membirukan asa dan keyakinanku bahwa tempat tugasku yang baru akan memberikan secercah cahaya bahwa jauh bukan sebuah petaka bukan pula malapetaka. Dalam hati ini bicara bahwa sebuah peristiwa sudah tercatat dalam kitab-Nya dan ketika taqdir telah dieksekusi oleh pembuat kebijakan manusia sepatutnya dan sepantasnya dengan berserah diri nrimo dengan ikhlas bahwa itu yang terbaik bagi-Nya. Sebagaimana firman Allah dalam salah satu surat Al-Imron ; “bisa jadi menurutmu baik tapi menurut Allah tidak, dan bisa jadi pula menurutmu jelek tapi menurut Allah baik”. Ayat ini berlaku umum bagi manusia dalam segala hal dan segala urusan lebih-lebih dalam urusan takdir Allah.
                Kadangkala karena hasrat hawa nafsu dan keinginan yang menggebu-gebu seringkali keputusan Allah yang tidak selamanya selaras dengan keinginan kita lantas terbersit dalam hati bahkan tidak sadar terungkap dalam tutur kata dengan bahasa yang tidak mencerminkan sebagai pribadi muslim, walau secara kasat mata seharusnya takdir itu sesuai dengan harapan seorang hamba karena memang hak kita.
                Takdir saya harus berpacu dengan embun pagi kala dingin masih menggelayut pada sekujur hamba-hamba yang melewati hitamnya aspal yang masih lengngang dengan liuk-liuk jalannya sepanjang jalan Patemon sampai bukit Kalak tepatnya di SDN Batokerbuy IV Kec.Pasean. Setiap hari saya berusaha menikmati deru sepeda motor (mobil) sebagai dzikir untuk tidak lupa mengingat Allah kala tanjakan dengan kebesaran-Nya ( Allahu Akbar ) dan kesucian-Nya ( Subhanallah )kala jalam mulai menurun, itu anjuran rasul-Nya yang masih sempat saya ingat walau sepanjang perjalanan kegelisahan selalu merayu dan mengguyur keikhlasan ini dengan gigilan tipu daya syaitan. Begitulah rutinitas keseharian saya, semoga rutinitas ini dicatat oleh Allah sebagai amal yang baik sebagai bekal di akhirat nanti, bukan malah sebaliknya. Naudzubillah !
                Rutinitas yang saya jalankan dan rasakan selama ini kini harus berubah dengan rutinitas baru, karena tepatnya mulai tanggal 11 Juli 2011 nanti, saya mendapatkan tugas baru untuk sama-sama mengabdi namun ditempat yang berbeda yaitu SDIT Al-Irsyad Pamekasan. Semoga SDN Batokerbuy IV yang menjadi ladang mengabdi saya selama ini semakin berkibar di kancah dunia, bisa bicara di tingkat yang lebih tinggi lagi. Saya sangat yakin itu karena di SDN Baker IV ini masih bercokol sosok-ssok mumpuni yang masih dan siap membesarkan SD ini. Insya Allah. Amien  !
                Banyak cerita dalam album yang terangkum dalam memory pengabdian ini, tidak bisa saya ungkapkan semuanya suatu ketika bisa saya putar kembali kala bercengkrama dengan sanak keluarga termasuk dengan sahabat-sahabat tercinta yang selamanya selalu di hati dalam sabda dan jiwa. Pengabdian saya selama beberapa tahun yang sangat singkat ini sangat tidak ada artinya, lebih-lebih disisi-Nya karena Allah Maha Melihat & Mengetahui akan semua perbuatan hambanya baik secara lahiriyah maupun batiniyah, namun hasrat selalu membahana & membara semoga Allah mengampuni apa yang terlanjur salah dari saya dan membimbingnya ke jalan yang lebih baik .
                Akhirnya tiada kata yang bisa saya ucapkan kecuali permohonan maaf saya kala kita masih bersama tentu ada salah yang disengaja maupun tidak saya sengaja. Sekali lagi ulurkan maaf dan kebesaran hati Bapak/Ibu untuk menerima maaf saya. Bersihkan hati dari segala noda dan dosa. Sekali lagi perpisahan ini tidak bisa memisahkan hati dan kebersamaan selama ini walaupun jasad kita ada nan jauh di sana...............


                                                                Malam senin, 25 September 2011
                                                (di ketik kembali dari naskah asli malam senin,13 Juni 2011)
                                                                                “ana  Pengagummu”







               

Kamis, 29 Maret 2012

Memanjat

galah dari raus pohon bambu
kutebang kupotong dari sisa  hutan yang tinggal satu persatu
kubuat tangga
ada tangan yang menjamah belukar
ada kaki yang menempel didinding jendela
ada mata yang menetikkan air mata
terus kupanjat lewat raus pohon bambu
mengenal-Mu
sesaat

Rabu, 28 Maret 2012

Jalan Sementara 1

kupu-kupu yang ditagdirkan dari asalmuasalnya
adalah pelabuhan yang menepi menuggu waktu
panggilan terompet untuk menyeret satu persatu
nafas
adalah
batas
tertulis oleh kalam-Nya
bunyi-bunyi terompet mengiris  hati yang terluka
melambai-lambai
setelah itu aku
dan kauuu kembali

by. asa.mad
      abdi pendidikan pamekasan

Pos Kesinggahan


Sebelum tanah ini dikais menjadi sepucuk nanah
kau adalah darah yang menetes perlahan
dari sari buah yang beraroma
tercium dibeburitan angin yang melepas desahnya