belum beranjak polusi dilorong kotaku
kala matahari belum sepenggalan menawarkan dhuha pada orang yang berlalu lalang
ranting-ranting pepohonan yang melambai masih menghijau
tunasnya menancap pada pori-pori nafas orang yang mencari pagi
ditrotoar jalanan masih sepi ketika embun masih menempel pada wajahku yang jalang
angin dan desirnya segera melepas pagi
kala panas dirumahku mulai meninggi
rumahku mulai berpolusi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar