karena malam-malam
kau bersedia menemui gemerlapnya bintang
sambil menyibak dingin dengan senyuman
harapan dari istighfar yang dibawa angin
melewati seutas tali yang terlilit pada sekujur badan
walau di wajahmu masih tersisa beribu-ribu kantuk
tapi kau gantung kelelahan
bersama ribuan mayat yang belum sekarat
kau sendiri menyelinap menemui Tuhan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar