Rabu, 11 April 2012

Kalau saja saya tidak mengenal-Mu !


Kalau saja saya tidak mengenal-Mu !

Pagi itu mentari tersenyum begitu ku sapa
Melintas pada jagat semesta
Sinarnya mengalirkan darah dan keringat disekujur nafasmu
Hangat sekali mendekapku
Aku semakin mendekap
Kau ternyata memang dekat

Dan
Ketika waktu masih diteras rimbun dedaunan yang masih menghijau
Bunganya merekah menuruk gemerlap kelap
Terasa dinginya menggigilkan seluruh roh-roh
Di persimpangan muara tanpa aura

Aku melihatnu sesekali tersipu
Merajut pesan yang kau lantunkan di altar-altar doa
Membawa temaram merah katulistiwa di uufuk maghrib
Menenggelamkan matahari sambil menyapa malam
Tetapi malam bukan jalan yang kau singgahi
Untuk tempat peristerahatan
Tapi numpang lewat
Sambil kutiupkan peluit masa depan
Kala matahari mulai menyapa kembali

Andai kau tak lagi disini
Semoga aku tetap bisa menyapamu
Andai kau tidak lagi disini
Buatkan aku dermaga untuk mengarungi rimbun samudra
(entah itu samudra laut baranta sebagai labuh perjuangan baru itu)
Andai kau tidak lagi disini
Engkau pasti tahu bahwa aku lagi butuh tangga
Tuk menemuimu
Di teras keagungan
Andai kau tidak lagi disini
Panasmu mengeringkan jiwa
Kala segala mufakat untuk sekarat
Andai kau tidak lagi disini
Smoga kematian bukan penggantimu
Naudhubillahi min dzalik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar