di patemon
lalu lalang angin
diberanda pohon bambu
menerpa wajah yang
terbawa arus sungai patemon
hantaran gemericik air
berdebar memutus tali temali
yang terjerat sampan yang
sedang bersandar
airnya membasahi denyut
nadi yang kau hentakkan dari nafasmu sendiri
di patemon
aku betul-betul bersandar
sambil menyebutmu sayang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar