masih tersisa rautmu lusuh
tanpa kau ceritakan petaka
karena memang bukan murka
wajahmu masih berkeringat
walau kau berulang kali mengusapnya
tapi esok kau pasti mamanennya
setiap tanaman yang disiram dengan air keringatmu
kau terima ucapan selamat
dari tetesan air mata
Tidak ada komentar:
Posting Komentar