begitu lama keringat-keringat menjadi gelombang
dari mengarungi laut yang menyisir buih dengan tangan dan kaki para petualang
di perjalanan kususuri ruas jalan berkelok
langkahku dihitung sendiri satu persatu
kadang kau pinjamkan tongkat kala pekat
menyibak malamnya mencari pagi
sambil kutautkan mataku dan hatiku juga
untuk sebuah pertemuan para petualang
entah pertanyaan apa yang Kau tanyakan dalam pertemuan nanti
orang-orang semua ketakutan
menunggu panggilan
sekarang
mari kita persiapkan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar