Jumat, 06 April 2012

Karya Ilmiyah


Kenapa Guru slalu jadi Kambing hitam ?
(sebuah koreksi bagi penulis, setelah sekian lama menjadi pendidik)

Lembaga kependidikan merupakan salah satu model, sarana, referensi pembelajaran yang dijadikan acuan bagi guru maupun calon guru dalam mengemban tugas dan kewajibannya sebagai tenaga pendidik. Diupayakan dengan adanya lembaga kependidikan guru maupun calon guru dapat meningkatkan wawasan tentang kependidikan dari waktu ke waktu yang selalu dinamis berkembang seiring perkembangan Ilmu Pengetahuan, teknologi, dan informasi, terlambat sedikit saja guru dalam mengakses perkembangan pendidikan dan on act, terutama dalam tata cara menjadi pendidik yang kompeten, bisa-bisa guru akan tergelincir atau set-back dalam setiap pembelajaran yang diberikan kepada siswanya. Seorang pendidik paling tidak harus selalu dapat memberikan illustrasi, ilham, serta kontribusi bagi guru yang lain lebih-lebih kepada murid dalam mempersiapkan mode-style  pembelajaran substantif plus dengan pendekatan PAKEMInya yang bisa mengantarkan siswa pada tercapainya prestasi terbaik, terbaik tidak hanya dalam konteks jasadiyah semata, tetapi juga harus dipahami dalam perspektif twin aut comenya (ukhrawi dan dunyawi).
Kondisi riil pendidikan dan pendidik akhir-akhir ini begitu memprihatinkan, keadaan ini didasarkan pada survei tingkat keberhasilan pendidikan di Indonesia berada pada peringkat 122 di antara 130 negara di dunia. Keberhasilan ini tentu saja masih jauh dari harapan kita bersama, Indonesia masih jauh tertinggal di belakang, walaupun sebenarnya Indonesia menyimpan mutiara manikam siswa-siswa terbaik dunia karena geniusitasnya, tentu cukup menentramkan buka ?!. Fenomena tertinggalnya secara universal pendidikan kita diatas ratusan juta anak-anak Indonesia disebabkan karena pendidikan kurang mendapatkan porsi dan prioritas dari pemerintah dan masyarakat (juga guru) untuk betul-betul  ditangani secara komprehensif dan berkesinambungan. Guru dalam hal ini memiliki kontribusi yang besar atas merosotnya peningkatan dan keberhasilan pendidikan di Indonesia khususnya di kabupaten Pamekasan. Walaupun sekali lagi penulis kemukakan bahwa Indonesia adalah negaranya anak-anak yang genius yang sudah diakui dunia (baca jawa pos bulan Nopember 2011)  Ada beberapa faktor sehingga guru bisa dijadikan kambing hitam dalam kemerosotan pendidikan, antara lain ; SDM guru yang ?, kompetensi, skill, komitemen, etos kerja, kredibelitas, disiplin, moralitas, kreatifitas, serta inovasi guru yang kian stagnan bahkan tidak bisa dibayangkan, aduhai !. Kondisi di atas tentu saja tidak boleh tidak harus dicarikan solusi secepatnya agar siswa yang menjadi korban kemerosotan pendidikan tidak semakin menumpuk. Salah satu caranya pemerintah (yayasan bagi lembaga pendidikan swasta) dalam hal ini memberikan fasilitas maupun sarana dan prasarana , baik melalui pedidikan dan pelatihan, work shop, seminar, diskusi, MGMP, kajian ilmiyah, dan yang tidak kalah pentingnya bahwa alokasi dana pendidikan 20 % harus betul terialisasi. Insya Allah, apabila hal tersebut berjalan secara berkelanjutan bagi guru, lambat laun persoalan-persoalan pendidikan akan segera terpecahkan.
Adapun problematika yang seringkali terjadi dalam dunia pendidikan dapat dirumuskan, antara lain; SDM guru , kompetensi dan skill guru yang rawan komplain, kurangnya komitmen guru setelah mendapat bisyarah yang lebih menjanjikan, seperti sertifikasi dan lain-lainnya, etos kerja yang merosot, tercorengnya kredibelitas guru dengan beberapa kasus, misalnya ; selingkuh, penyalahgunaan wewenang, tidak disiplin terhadap tugas dan tanggung jawabnya, tersangkut masalah moral, tidak memiliki motivasi untuk meningkatkan kreatifitas dan inovasi dalam pembelajaran, sarana dan prasrana yang kurang memadai, peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik yang slalu berpolemik. Naik sedikit sbentar-sbentar guru slalu jadi sorotan. Nawaitu minal yaum ! Allahumma ahsin fi darsina wa darsi talamidhina, amien !

By. Asa_M.Ad
Ghuru ngabdhi e yayasan Al-Irsyad

Tidak ada komentar:

Posting Komentar