Di lereng Gunung Merapi
Terasa sekali nyeri menerpa dinding-dinding sukma
Kadang bergetar pilu menyapa telinga
Menuai hembusan mata hati
Merindingkan kepala ……..!
Kalau pagi hari
Ada matahari yang ku petik di lereng gunung merapi
Sambil aku bercanda : “ Betapa nikmat di tempat ini,
Tuhan yang Maha kaya”.
Dari pagi ke pagi
Hilir mudik tangan-tangan menjamah kebinasaan
Hanya untuk sesuap sinar bianglala
Tuhan !
Betulkan sekarang hari
Tanpa pagi yang diam
NTahlah !
Di lereng Gunung Merepi
Terdengar suara burung parau
Mengabarkan bencana
Berdoalah
Pamekasan : 10 Mei 2006
Tidak ada komentar:
Posting Komentar