KETIKA PERPISAHAN HARUS BERSUA
(Semoga bisa khusnul khatimah !)
Teringat ketika
pertama kali menginjakkan kaki di tempat ini diawali dengan perasaan gundah
gulana bahkan deraian air mata tak terasa membasahi bulir-bulir kenikmatan kala
sang pemangku jabatan membacakan surat keputusan bahwa Abdussamad, S.Ag (ASA) ditakdirkan
oleh Allah SWT sebagai hamba yang tercatat menjadi guru di sebuah desa nan jauh
di sana, sebuah desa nan asri dengan aroma paginya yang alami, debur ombaknya
yang syahdu, gunung gemunung yang hijau kebiruan semakin menghijau nan
membirukan asa dan keyakinanku bahwa tempat tugasku yang baru akan memberikan
secercah cahaya bahwa jauh bukan sebuah petaka bukan pula malapetaka. Dalam
hati ini bicara bahwa sebuah peristiwa sudah tercatat dalam kitab-Nya dan
ketika taqdir telah dieksekusi oleh pembuat kebijakan manusia sepatutnya dan
sepantasnya dengan berserah diri nrimo dengan ikhlas bahwa itu yang terbaik
bagi-Nya. Sebagaimana firman Allah dalam salah satu surat Al-Imron ; “bisa jadi
menurutmu baik tapi menurut Allah tidak, dan bisa jadi pula menurutmu jelek
tapi menurut Allah baik”. Ayat ini berlaku umum bagi manusia dalam segala hal
dan segala urusan lebih-lebih dalam urusan takdir Allah.
Kadangkala karena
hasrat hawa nafsu dan keinginan yang menggebu-gebu seringkali keputusan Allah
yang tidak selamanya selaras dengan keinginan kita lantas terbersit dalam hati
bahkan tidak sadar terungkap dalam tutur kata dengan bahasa yang tidak
mencerminkan sebagai pribadi muslim, walau secara kasat mata seharusnya takdir
itu sesuai dengan harapan seorang hamba karena memang hak kita.
Takdir saya harus
berpacu dengan embun pagi kala dingin masih menggelayut pada sekujur
hamba-hamba yang melewati hitamnya aspal yang masih lengngang dengan liuk-liuk
jalannya sepanjang jalan Patemon sampai bukit Kalak tepatnya di SDN Batokerbuy
IV Kec.Pasean. Setiap hari saya berusaha menikmati deru sepeda motor (mobil)
sebagai dzikir untuk tidak lupa mengingat Allah kala tanjakan dengan
kebesaran-Nya ( Allahu Akbar ) dan kesucian-Nya ( Subhanallah )kala jalam mulai
menurun, itu anjuran rasul-Nya yang masih sempat saya ingat walau sepanjang
perjalanan kegelisahan selalu merayu dan mengguyur keikhlasan ini dengan
gigilan tipu daya syaitan. Begitulah rutinitas keseharian saya, semoga
rutinitas ini dicatat oleh Allah sebagai amal yang baik sebagai bekal di
akhirat nanti, bukan malah sebaliknya. Naudzubillah !
Rutinitas yang saya
jalankan dan rasakan selama ini kini harus berubah dengan rutinitas baru,
karena tepatnya mulai tanggal 11 Juli 2011 nanti, saya mendapatkan tugas baru
untuk sama-sama mengabdi namun ditempat yang berbeda yaitu SDIT Al-Irsyad
Pamekasan. Semoga SDN Batokerbuy IV yang menjadi ladang mengabdi saya selama
ini semakin berkibar di kancah dunia, bisa bicara di tingkat yang lebih tinggi
lagi. Saya sangat yakin itu karena di SDN Baker IV ini masih bercokol
sosok-ssok mumpuni yang masih dan siap membesarkan SD ini. Insya Allah.
Amien !
Banyak cerita dalam
album yang terangkum dalam memory pengabdian ini, tidak bisa saya ungkapkan
semuanya suatu ketika bisa saya putar kembali kala bercengkrama dengan sanak
keluarga termasuk dengan sahabat-sahabat tercinta yang selamanya selalu di hati
dalam sabda dan jiwa. Pengabdian saya selama beberapa tahun yang sangat singkat
ini sangat tidak ada artinya, lebih-lebih disisi-Nya karena Allah Maha Melihat
& Mengetahui akan semua perbuatan hambanya baik secara lahiriyah maupun
batiniyah, namun hasrat selalu membahana & membara semoga Allah mengampuni
apa yang terlanjur salah dari saya dan membimbingnya ke jalan yang lebih baik .
Akhirnya tiada kata
yang bisa saya ucapkan kecuali permohonan maaf saya kala kita masih bersama
tentu ada salah yang disengaja maupun tidak saya sengaja. Sekali lagi ulurkan
maaf dan kebesaran hati Bapak/Ibu untuk menerima maaf saya. Bersihkan hati dari
segala noda dan dosa. Sekali lagi perpisahan ini tidak bisa memisahkan hati dan
kebersamaan selama ini walaupun jasad kita ada nan jauh di sana...............
Malam
senin, 25 September 2011
(di
ketik kembali dari naskah asli malam senin,13 Juni 2011)
“ana Pengagummu”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar